Tokyo Motor Show - Left ad
Tokyo Motor Show -Right ad

FIRST LOOK | 2016 Citroën Cxperience: “A Hidden Message”

Konsep desain serta teknologi otomotif terus berkembang, dan selalu muncul hal baru. Salah satu pionir teknologi dan desain otomotif dunia yang cukup banyak menelurkan konsep desain adalah Citroën.

Sebuah mobil konsep yang baru saja dilansir pabrikan asal Perancis tersebut dijuluki Cxperience Concept. Bergaya fastback, mobil konsep ini diproyeksikan sebagai gambaran sedan mewah Citroën masa depan.

 

Pada periode 2005 hingga 2012, Citroën memiliki model C6 yang berlaga di segmen sedan premium. Namun, sejak produksi C6 dihentikan pada 2012, Citroën lebih dikenal sebagai produsen mobil kelas kecil dan menengah.

Kehadiran sosok Cxperience Concept di Paris Motor Show tahun silam, seperti menyiratkan sedikit pesan, bahwa Citroën akan kembali ke segmen sedan premium, walau Cxperience bukanlah sosok model yang siap diproduksi massal.

 

Secara sepintas, dimensi Cxperience sedikit lebih besar dari C5. Tampilan eksteriornya dengan gaya fastback sedan terlihat sporty. Tarikan garis bodi yang mengalir dari arah depan hingga ke buritan nampak dinamis.

Aura wajah Cxperience terlihat minimalis pada area grille, dengan paduan nuansa futuristik yang dipancarkan oleh desain headlamp LED bergaya non-orthodox. Pada bumper depan terdapat ventilasi udara yang dilengkapi bilah yang dapat membuka-tutup sesuai dengan debit aliran udara yang dibutuhkan oleh mesin. Ventilasi udara tersebut juga berfungsi untuk meningkatkan gaya aerodinamika.

 

Atap panoramik tembus pandang pada Cxperience membawa nuansa romantik kemana pun Anda membawanya, baik siang maupun malam hari. Velg yang menopang bodi Cxperience sepintas mengingatkan saya pada penampang atas kumparan dinamo dengan 5 bilah. 

Fungsi kaca spion pada mobil ini pun diganti kamera mini yang terintegrasi dengan layar sentuh pada bagian tengah panel dashboard. Dengan kamera mini, pengemudi mendapatkan visibilitas 360 derajat di sekeliling kendaraan. Berkendara maupun parkir menjadi lebih mudah.

 

Tak perlu heran bila Cxperience memiliki tampilan yang begitu mempesona dengan desain yang kadang tak lumrah. Para perancang dari divisi Citroën Styling di Citroën Design Centre, Velizy, Perancis, memang dibebaskan untuk berkreasi dengan segala macam bentuk desain. Sebut saja sosok konsep terdahulu seperti Citroën DS9 Concept, Citroën Metropolis, Supercar Citroën GT, dan masih banyak lagi sosok mobil konsep lansiran Citroën yang telah memukau jutaan pasang mata.

Saat membuka pintu dan melihat ke dalam kabinnya, pintu bergaya  suicide memperlihatkan keindahan kabin secara keseluruhan. Kabin terasa lapang, dan akses keluar-masuk pun menjadi lebih mudah.

 

“Seluruh tim perancang membuat desain saloon mewah bercitarasa internasional yang non-konvensional, namun tetap mencirikan nilai tradisi Citroën: Optimisme, Humanis dan Cerdas,” terang Alexandre Malvan, Direktur Desain Citroën.

Ketiga nilai tradisi tersebut tertuang pada desain interior Cxperience. Kabin terlihat cerah dengan sapuan warna Citrus Yellow pada kursi penumpang yang dipadukan dengan lapisan kayu Walnut pada dashboard, konsol tengah, dan trim pintu. Desain kursi Cxperience mengingatkan saya pada sofa lounge bergaya futuristik.

 

Anda pun tak akan menemukan speedometer maupun panel indikator pada dashboard Cxperience. Seluruh fungsi speedometer dan panel indikator kendaraan ditampilkan secara virtual pada layar Head Up Display (HUD). Pada bagian tengah dashboard, terpampang layar sentuh berukuran 19 inci dengan format layar 16/3. Layar digital ini akan menampilkan pengaturan fitur entertaintment, GPS, serta kamera pemandu.

Mengenai sistem penggerak Cxperience, pihak Citroën tidak membuka secara terang-terangan.  Berdasarkan keterangan resmi yang diungkap pihak Citroën, Cxperience mengadopsi penggerak plug-in hybrid, yang memadukan mesin bensin 4 silinder berdaya sekitar 150-200 hp dengan motor listrik berdaya 80 kW (107 hp). Dengan penggunaan sistem penggerak ganda, maka diperoleh tenaga gabungan sekitar 300 hp.

 

Cxperience dilengkapi baterai berdaya 3 kWh yang dapat diisi ulang hingga penuh dalam waktu 4,5 jam dengan sumber listrik 220V. Dengan charger khusus berdaya 6,6 kW yang dirancang untuk soket 32A, baterai Cxperience hanya butuh waktu 2,5 jam untuk dapat terisi penuh. Penggerak plug-in hybrid pada Cxperience dipadukan dengan transmisi otomatis 8 percepatan.

Tak ada keterangan berapa kecepatan maksimum mobil ini. Namun, dengan mengandalkan motor listrik, Cxperience mampu menjelajah hingga 60 km; jarak tempuh yang rasional untuk sistem penggerak motor listrik.

Dengan segala aspek yang ditampilkan oleh Citroën pada Cxperience, setidaknya tersirat pesan bahwa Citroën tetap konsisten dalam pengembangan desain dan teknologi. Tentunya mobil ini belum tentu masuk ke jalur produksi.

Rate this article:
(Average Rating 0 Based on 0 rating)

BUYERS GUIDE Updates

BUYERS GUIDE Updates


Related Articles


Most Popular